Bengkulu||ISBCenter.com-Usia Kekristenan kita tidak bisa menjamin perolehan kemenangan hidup. Ada yang baru menjadi Kristen sudah mengalami terobosan, sementara yang sudah lama tidak terjadi apa-apa.
Padahal janji kemenangan diberikan Tuhan bagi setiap orang percaya. Mengapa demikian? Jawabanya karena terkait persoalan keterbukaan diri terhadap Allah yang akan mengerjakan pemulihan.
Ada beberapa kebenaran yang perlu kita pahami agar terjadi pemulihan hidup :
1. Dosa Adalah Sumber Masalahnya.
Firman Tuhan dalam Yesaya 59:2 berbunyi:
“tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu”.
Menurut firman Tuhan di atas, jelas bahwa dosa adalah sumber utama masalah kehidupan manusia di bumi ini. Iblis merusak Adam dan Hawa dan seluruh keturunannya. Iblis merusak tatanan kehidupan orang-orang pendahulu kita. Tetap Tuhan penuh kasih sayang, Ia berjanji memulihkan keadaan kita. Jika kita rendah hati, terbuka kepada Tuhan.
2. Kerendahan Hati dan Keterbukaan Adalah Jalan Keluarnya.
Firman Tuhan dalam Yakobus 5:16, berkata :
“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh”,
Menurut firman Tuhan ini, bahwa kita harus saling mengaku dosa dengan sesama. Menyiratkan berapa pentingnya kita rendah hati, mengakui keadaan kita. Kita sembuh / pulih jika berani rendah hati dan mengakui keadaan kita.
Hal itu bisa kita pahami dengan ilustrasi sederhana. Jika kita sakit kepala lalu berobat ke dokter, kita harus terbuka kepada dokter, agar obat yang dikasih adalah obat sakit kepala. Demikianlah juga ketika ada pergumulan, kita harus terbuka kepada Tuhan.
Selanjutnya kita akan mempelajari beberapa area di mana kita harus mengalami pemulihan pribadi, yakni : Area Hubungan dengan Ayah, Kesembuhan Batin, Kelepasan dan Kuasa Roh Kudus.
Power statment :
“Mengaku dosa (mengakui keadaan) adalah rahasia terbesar dalam hidup ini. Namun iblis akan mempengaruhi kita agar kita menutup diri terhadap Tuhan. Tetapi, ingat bahwa tidak ada pemulihan tanpa keterbukaan”. Pdt. Yusak
Penulis : Pdt. Yusak, S.Th










