Bengkulu||ISBCenter.com – Banyak orang mengaku sebagai Hamba Tuhan / Allah namun sangat disayangkan jika kehidupan yang bersangkutan tidak memaknai arti hamba yang sebenarnya. Tulisan ini, ingin mengembalikan makna kehambaan yang seharusnya.
Dalam pengertian saya, yang saya pelajari dari Alkitab sebagai firman Allah. Bahwa seorang disebut sebagai hamba Allah / Tuhan bukan karena orang tersebut mendapat gelar Pendeta/penginjil dari sinode, bukan juga karena aktif kegiatan gereja, atau dapat jabatan di gereja tertentu. Melainkan seseorang yang memutuskan untuk berkomitmen mengabdi kepada Tuhan, mengerti kehendak Tuhan dan taat melakukan apa yang Tuhan mau.
Pengertian diatas berdasarkan asal dari hamba itu sendiri yaitu DOULOS. ( Bahasa Yunani, Roma 1:1). Yang memiliki arti “BUDAK” baik secara rela atau tidak rela. Karena itu, orang Kristen tidak boleh LATAH, mengaku dan bangga menyebut diri sebagai hamba Tuhan, sementara kehidupan tidak mencerminkan makna dari DOULOS itu sendiri.
Jadi seorang Hamba Tuhan / Allah ia akan mengabdi hanya kepada Tuhan, bukan kepada Manusia apalagi untuk keinginan-keinginan duniawinya. Hati seorang Hamba membuat dirinya secara penuh menundukkan diri kepada keinginan Tuhan yang adalah tuannya. Tidak ada lagi kegiatan atau ambisi pribadi. Semua dilakukan dalam rangka Tuhan Allah di permuliakan.
Artikel dibuat oleh : Pdt. Yusak, S. Th
Pentua GKKD Bengkulu
Ketua BKSAG Bengkulu










