Cegah TPPO, Gubernur Rohidin Imbau Masyarakat Wapadai Agen Penyalur TKI Tidak Resmi

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah

Bengkulu||ISBCenter.com – Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah meminta masyarakat waspada terhadap agen penyalur tenaga kerja tidak resmi terutama yang dijanjikan bekerja ke luar negeri menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI), agar tidak menjadi korban perdagangan manusia.

Hal ini disampaikan Gubernur setelah 6 orang warga Bengkulu menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Jawa Tengah baru-baru ini.

Bacaan Lainnya

Dikatakannya dengan peristiwa TPPO tersebut diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat, sehingga lebih berhati-hati ketika mendapatkan penawaran pekerjaan melalui agen penyaluran tenaga kerja yang tidak resmi mengingat banyak kasus yang sudah terjadi.

“Dengan agen resmi, keberadaan TKI terpantau dan bila terjadi kasus menimpa tenaga kerja akan lebih mudah ditangani melalui pihak-pihak terkait.” ungkap Gubernur, Selasa (21/6).

Terhadap kasus TPPO yang menimpa warga Bengkulu itu, Rohidin Mersyah meminta agar Dinas Pemberdayaan perempuan melakukan pendataan dan penelusuran dalam upaya pemulangan ke daerahnya masing-masing.

Dirinya juga meminta semua pihak yang mungkin mengetahui keberadaan dan kondisi tenaga kerja asal Bengkulu yang menjadi korban TPPO yang lain, bisa menginformasikan melalui dinas instansi berwewenang sehingga bisa ditangani segera.

Untuk diketahui, enam orang asal Provinsi Bengkulu yang menjadi korban TPPO di Jawa Tengah dengan modus bekerja menjadi anak buah kapal atau ABK yang akan di seludupkan ke luar negeri. Korban TPPO itu berasal dari Kota Bengkulu dan Kabupaten Kaur yang rata-rata berusia 20 hingga 22 tahun..(*Rozi)

Pos terkait