Bengkulu||ISBCenter.com – Dalam penyelenggaraan haji tahun 2023 ini, sejauh ini ada sebanyak 13 Jamaah Haji asal Bengkulu yang meninggal dunia di tanah suci Mekkah.
Hal itu berdasarkan data dari Kantoŕ Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bengkulu.

Terlebih dari 13 Jamaah Haji yang meninggal rata rata meninggal karena sakit, kelelahan serta rentan usia.
Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Gunadi Yunir mengatakan, meski hal itu sudah ketetapan yang maha kuasa, semestinya para pendamping haji harus ekstra melakukan pelayanan kepada para jamaah haji untuk kedepannya.
“Kepada pihak pemerintah supaya para pendamping itu ya memang harus melayani para jamaah, sekalian mungkin karena kelèwat panas butuh air mineral lebih banyak, karena nampaknya lebih cenderung meninggal itu kelelahan. Jadi yang baru pulang dari melaksanakan rukun sehingga mereka lelah,” jelasnya pada Selasa, (25/7/2023).
Ia bukan bermaksud menyalahkan pendamping haji, jika melihat factor meninggalnya jamaah haji. tapi semestinya tupoksinya dijalankan lebih maksimal lagi.
“Kita memang tidak tahu system kerjanya bagaimana, tapi untuk kedepan harus ditekankan lagi, sehingga jamaah haji lebih terperhatikan,” imbuhnya.
Lebih lanjut dia menambahkan Pemerintah Daerah juga diharuskan menyiapkan bis khusus saat penjemputan Jamaah haji kloter lainya.
“Penjemputan nanti dari pemda agar menyiapkan bis untuk kembali ke daerah masing masing, sehingga jamaah tidak terlalu kelelahan,” pungkasnya..(*Adv/Rozi)










