Riau||ISBCenter.com – Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan mulai dirasakan terhadap kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sejumlah kabupaten dan kota.
Berdasarkan data Dinkes Provinsi Riau, selama periode 19 hingga 26 Agustus 2026 tercatat sebanyak 1.960 kasus ISPA dari kunjungan pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Dari 12 kabupaten/kota, Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan kasus tertinggi yakni 563 kasus, disusul Kabupaten Pelalawan 535 kasus, Siak 198 kasus, Kampar 195 kasus, dan Kuantan Singingi 181 kasus.
Sementara daerah lainnya, Rokan Hulu mencatat 114 kasus, Rokan Hilir 68 kasus, Bengkalis 51 kasus, Indragiri Hulu 28 kasus, dan Kota Dumai 27 kasus.
Menyikapi meningkatnya kasus tersebut, Dinkes Riau memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi dampak buruk kualitas udara yang kian memburuk. Langkah pencegahan terus diperkuat agar gangguan kesehatan tidak semakin meluas.
“Di Puskesmas sudah ada tim layanan emergency. Oksigen juga sudah disiapkan dan distandby-kan sebagai pertolongan pertama bagi pasien yang mengalami sesak napas,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli, Jumat (28/8/2026).
Selain kesiapsiagaan di Puskesmas, Dinkes Riau menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam melakukan pencegahan. Warga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara tidak sehat dan selalu menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi paparan partikel asap.
Masyarakat juga diminta untuk tidak mengabaikan gejala awal gangguan kesehatan akibat kabut asap, seperti sesak napas, mata perih, maupun mual.
Jika keluhan tersebut terus berlanjut dan kondisi tubuh memburuk, Dinkes meminta warga segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan.
“Warga juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, mata perih atau mual,” tutupnya..(*ay)










