Riau||ISBCenter.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat lonjakan drastis titik panas di Pulau Sumatera. Pada Sabtu (29/8/2026) pagi, total hotspot yang terdeteksi mencapai 1.813 titik.
Provinsi Sumatera Selatan menjadi penyumbang tertinggi dengan 1.036 titik panas, diikuti Provinsi Riau di posisi kedua dengan 265 titik.
Di Riau, sebaran hotspot terkonsentrasi di wilayah selatan dan pesisir. Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak yakni 120 titik, disusul Indragiri Hilir 67 titik. Selanjutnya Bengkalis 20 titik, Indragiri Hulu 20 titik, Kuantan Singingi 15 titik, Siak 14 titik, Rokan Hilir 3 titik, Rokan Hulu 3 titik, Kampar 2 titik, dan Dumai 1 titik.
Forecaster On Duty BMKG, Indah DN, membenarkan lonjakan tersebut dan menyebut Sumatera Selatan serta Jambi menjadi wilayah dengan peningkatan signifikan selain Riau.
“Sebaran titik panas di Sumatera secara keseluruhan mencapai 1.813 titik. Sumatera Selatan menjadi wilayah terbanyak, disusul Jambi dengan 181 titik dan Riau sebanyak 265 titik,” ujar Forecaster On Duty BMKG, Indah DN.
Tingginya jumlah hotspot tersebut berdampak langsung pada kualitas udara di Riau. Kondisi atmosfer berpotensi memunculkan fenomena udara kabur yang menyebabkan jarak pandang terbatas. BMKG menyebut peluang hujan masih ada namun tidak merata.
“Peluang hujan berintensitas ringan masih terbuka pada sore hingga malam hari, namun diprakirakan bersifat lokal dan hanya menyasar sejumlah wilayah saja,” kata Indah DN menambahkan.
Menghadapi cuaca kering dan menurunnya jarak pandang akibat udara kabur, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, terutama di wilayah yang terdeteksi memiliki hotspot tinggi.
“Masyarakat di daerah yang memiliki sebaran titik panas tinggi kami imbau untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama saat kondisi cuaca kering dan jarak pandang mulai terbatas akibat udara kabur,” imbau Indah DN..(*ay)










