Menemukan Jalan Tuhan Dalam Setiap Langkah

Pdt. Yusak Wamin, S. Th

Bengkulu||ISBCenter.com – Saudaraku, dalam kehidupan yang penuh dengan pilihan dan keputusan, sering kali kita dihadapkan pada pertanyaan mendasar: “Kepada siapa atau kepada apa kita bersandar?” Apakah kita lebih mengandalkan akal dan logika kita sendiri, ataukah kita mencari petunjuk dari Tuhan? Namun Amsal 3:5-7 memberikan jawaban yang jelas dan tegas:

“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan.”

Latarbelakang kitab Amsal
Kitab Amsal adalah kumpulan hikmat yang diturunkan dari generasi ke generasi, memberikan panduan praktis untuk menjalani hidup yang bijaksana dan berkenan kepada Tuhan. Dan lalu Amsal 3:5-7 khususnya, mengingatkan kita untuk tidak terjebak dalam kesombongan intelektual, merasa bahwa kita tahu segalanya dan mampu mengatasi segala hal dengan kekuatan akal kita sendiri.

Tentu, Tuhan memberikan kita akal pikiran untuk digunakan. Namun, akal pikiran kita terbatas dan sering kali dipengaruhi oleh bias, keinginan pribadi, dan pandangan yang sempit. Ketika kita hanya mengandalkan akal pikiran sendiri, kita rentan terhadap kesalahan, kekecewaan, dan penyesalan. Kita mungkin mengambil keputusan yang salah karena tidak melihat gambaran yang lebih besar atau tidak mempertimbangkan kehendak Tuhan. Mengapa? Karena ada perbedaan besar antara Hikmat Tuhan dengan Hikmat Manusia.

Hikmat sejati berasal dari Tuhan dan berfokus pada kebenaran, keadilan, dan kasih. Hikmat ini membawa damai sejahtera dan sukacita yang kekal. Sebaliknya, hikmat manusia sering kali berfokus pada kesenangan duniawi, kekuasaan, dan keuntungan pribadi. Hikmat ini bersifat sementara dan dapat membawa kehancuran.

Yakobus 3:17 mengatakan, “Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.” Ayat ini menggambarkan betapa berbedanya hikmat Tuhan dengan hikmat duniawi.

Sekarang saya membawa saudara kepada contoh-contoh orang-orang dalam Alkitab yang menggunakan hikmat manusia saja dan bagaimana akibatnya.

1. Raja Saul, misalnya, tidak sabar menunggu Samuel dan mempersembahkan korban bakaran sendiri, yang melanggar perintah Tuhan dan membuatnya kehilangan haknya atas kerajaan (1 Samuel 13:8-14).

2. Lot memilih tinggal di Sodom karena melihat bahwa daerah itu subur dan makmur, tetapi akhirnya kehilangan segala-galanya ketika Tuhan menghancurkan kota itu (Kejadian 13:10-13; 19:1-29).

3. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat orang-orang yang sukses karena kecerdasan mereka, tetapi kemudian menjadi sombong dan mengambil risiko yang terlalu besar, sehingga akhirnya bangkrut. Atau, seorang mahasiswa yang terlalu percaya diri dan tidak mau belajar dengan sungguh-sungguh, sehingga akhirnya gagal dalam ujian.

Sekarang bagaimana Kita Bisa Mengandalkan Tuhan?
1. Percayalah kepada Tuhan dengan Segenap Hati: Jangan hanya percaya sebagian atau ketika keadaan sulit saja, tetapi percayalah sepenuhnya dalam setiap aspek kehidupanmu. Mazmur 37:5 mengatakan, “Serahkanlah jalanmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.”
2. Akui Dia dalam Segala Lakumu: Libatkan Tuhan dalam setiap keputusan dan tindakanmu. Mintalah petunjuk-Nya dan taatilah perintah-Nya. Amsal 16:3 mengatakan, “Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu.”
3. Takutlah Akan Tuhan dan Jauhilah Kejahatan: Hormatilah Tuhan dan hiduplah sesuai dengan kehendak-Nya. Jauhilah segala sesuatu yang dapat menjauhkanmu dari-Nya. Amsal 8:13 mengatakan, “Takut akan Tuhan ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.”

Kesimpulan
Dalam setiap langkah kehidupan, mari kita memilih untuk tidak bersandar pada akal kita sendiri, melainkan kepada hikmat dan petunjuk Tuhan. Dengan mempercayai-Nya dengan segenap hati, mengakui-Nya dalam segala laku kita, dan menjauhi kejahatan, kita akan menemukan jalan yang lurus dan berkat yang sejati.

Bengkulu, 26 Oktober 2025

Pdt. Yusak Wamin, S. Th
Penulis

Pos terkait