PT GM Mangkir, DPRD Kuansing Jadwalkan Panggil Ulang Pekan Depan

PT GM Mangkir, DPRD Kuansing Jadwalkan Panggil Ulang Pekan Depan

Kuansing||ISBCenter.com – Ketua Komisi II DPRD Kuantan Singingi (Kuansing) Fedrios Gusni menegaskan akan kembali memanggil perwakilan PT Gatipura Mulya (GM), karena ketidakhadirannya saat hearing atau rapat dengar pendapat (RDP) yang dilaksanakan, Rabu (9/4/2025).

Ketidakhadiran PT GM dalam RDP bersama Komisi II DPRD Kuantan Singingi, dinilai Fedrios Gusni sebagai bentuk ketidakpatuhan perusahaan terhadap panggilan resmi lembaga legislatif. Meski tanpa kehadiran perwakilan perusahaan, pihaknya tetap melanjutkan rapat dan memutuskan menjadwalkan ulang RDP pekan depan dengan agenda terkait pelanggaran ketenagakerjaan di perusahaan tersebut.

“Pembahasan nanti tidak lagi hanya fokus pada persoalan ketenagakerjaan, tetapi juga akan menyasar legalitas lahan yang dikelolah oleh PT Gatipura Mulya, termasuk dugaan pengelolaan melebihi batas Hak Guna Usaha (HGU) yang dimiliki. Silakan dijadwalkan ulang pekan depan. Undang juga Dinas Perkebunan, Disnaker, Camat Pangean, dan Pemerintah Desa Sungai Langsat,” tegas Ketua Komisi II Fedrios saat rapat.

Langkah ini diambil Fedrios, menyusul munculnya dugaan PT Gatipura Mulya mengelola lahan lebih dari seribu hektare, melebihi luas HGU yang tercatat. Dugaan pelanggaran administratif ini, katanya, membuka kemungkinan terjadinya konflik agraria yang lebih luas, sehingga perlu investigasi lintas sektor.

Dalam rapat yang tetap berlangsung tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kuansing Masnur Judin membeberkan sejumlah indikasi pelanggaran oleh perusahaan, antara lain tidak adanya Peraturan Perusahaan yang sah, tidak melaporkan data ketenagakerjaan secara resmi, serta belum memiliki Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP).

Dugaan pelanggaran ini pertama kali disuarakan oleh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kuansing, yang juga hadir dalam rapat bersama perwakilan mahasiswa dari Ikatan Pelajar Pangean (Ipperpa) dan Himpunan Mahasiswa Kuantan Singingi (Himakusi) Pekanbaru. Para mahasiswa turut menyuarakan keluhan masyarakat mengenai minimnya kontribusi sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitar.(*YH)

Pos terkait