Bengkulu||ISBCenter.com-Saudaraku, apa yang kita nikmati hari ini, tidak lepas dari militansi pengikut Yesus Kristus, Sang Raja damai itu. Kalau tidak, kita tidak mana mungkin kita menikmati indahnya hidup di dalam Kristus. Paulus punya motto hidup berikut :
“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu”. Filipi 1:21-22
Sebelum Anda menyebut diri Anda sebagai Orang Percaya, Jemaat atau seorang yang miliki jabatan tertentu seperti Nabi, Rasul, Pendeta, Romo, Uksup dan atau jabatan sejenisnya, renungakan ini :
1. Nabi Yesaya dipotong menjadi dua untuk INJIL yang kita nikmati hari ini. 2. Rasul Yohanes dilemparkan ke dalam panci berisi minyak mendidih Untuk INJIL hari ini. 3. Dan Rasul Petrus Mau disalibkan secara terbalik, karena merasakan tidak lebih tak layak.
Itu baru 3 Martir saja, tentunya masih begitu banyak yang lain. Dan begitulah cara nabi dan Rasul dan orang Kristen mula-mula meninggal. Tanpa mereka memikirkan masa depan diri dan keluarganya.
Kontek masa itu : 1. Mereka mati tanpa membangun gedung gereja yang besar. 2. Mereka hidup jauh dari kata nyaman dari fasilitas 3. Jarang dari antara mereka yang memenangkan ribuan jiwa dalalm pelayanannya kecuali suatu kali oleh Khotbah Petrus itu. 4. Mereka tidak menerima keuntungan materi dari yang mereka layani. 5. Yang mereka tahu, agar berita keselamatan dari Allah melalui Yesus Kristus bisa diberitakan suatu hari kelak. Dan kita hari ini ada menjadi penerima INJIL, adalah karena impian mereka miliki.
Kesimpulan : Marilah kita mengembalikan motivasi hati, bahwa mengikuti Yesus tidak selalu harus hal baik yang kita terima. Jika tidak demikian, iman pengenalan kita kepada Yesus Kristus, perlu di benahi kembali. Tuhan Yesus berkata dalam atius 16:24,
“Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”.
TIDAK BANYAK ORANG MAU MATI DEMI INJIL, NAMUN MUNGKIN CARI HIDUP MELALUI INJIL Pdt. Yusak










