KUASA KEBANGKITAN YESUS KRISTUS Filipi 3:10

Ps usak

Bengkulu||ISBCenter.com – Melalui Alkitab, kita bisa mendapatkan kisah atau fakta sejarah, bahwa kelahiran Yesus Kristus sangat lengkap, mulai nubuat, kelahiran, kematian, kebangkitan dan kenaikan ke sorga bahkan sampai berbagai bentuk matarial peninggaln benda bersejarah yang kita bisa kita temukan di tanah Israel. Hal itu dikisahkan secara terang benderang.

Ada yang luar biasa, bahwa Alkitab tidak pernah mencatat ada seorang yang mati namun kemudian bangkit kecuali Yesus Kristus. Kedahsyatan kisah ini membuat Rasul Paulus mengatakan dalam suratnya kepada jemaat di Filipi.

Bacaan Lainnya

“….Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,.. ” Filipi 3:10

Saudara ku, hari Paskah adalah suatu hari yang menjadi momentum penting untuk kita berani mengungkap tentang misteri Allah. Bahwa alamt mau tidak dapat menahan Yesus Kristus setelah Ia terjun ke dalam alam maut. Ini sekaligus membuktikan bahwa Yesus berkuasa atas maut itu sendiri.

Ada beberapa kebenaran yang bisa kita pelajari dari hari Paskah tersebut.
1. Kuasa Kebangkitan Kristus, Menaklukkan dosa dan maut menjadi kehidupan kekal dan kekudusan (I Korintus 15:54-57). Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenangan mu? Hai maut, dimanakah sengatmu? (I Kointus 15:56) Hal yang paling ditakuti dan dihindari oleh manusia adalah kematian. Manusia berusaha menghindari kematian. Manusia berusaha kalau bisa hidup selamanya di dalam dunia ini.

2. Kuasa Kebangkitan Kristus, Mengubah tubuh fana menjadi tubuh kemuliaan (I Korintus 15: 47-53). Tuhan Yesus bangkit bukan hanya karena kuasa Allah yang sanggup membangkitkan-Nya. Allah yang maha dahsyat. Allah yang maha segalanya. Bapa maha segalanya. Segala sesuatu bersumber daripada Nya. Tentu tidak perlu diragukan kuasa Tuhan yang begitu dahsyat yang begitu sanggup membangkitkan Tuhan Yesus. Tetapi, harus kita pahami dengan benar, kebangkitan Tuhan Yesus juga berbicara mengenai ketaatan kepada kehendak Bapa di Sorga. Yang terpenting bukan hanya Tuhan sanggup atau Allah sanggup membangkitkan Dia dari orang mati. Tetapi dengan ketaatan-Nya kepada seluruh kehendak Bapa Nya, maka Tuhan Yesus Bangkit.

3. Kuasa Kebangkitan Kristus, Memberikan kepastian surga kehidupan dalam kemuliaan (II Korintus 5:1-5). Bahkan dalam Roma 5:10-11 disebutkan “…Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.. “.

Kemudian sekarang, pertanyaan penting bagi kita orang percaya adalah, bagaimana agar kita dapat hidup dalam kuasa kebangkitan Kristus? Ada petunjuknya dalam Alkitab.

Pertama. Kita Perlu Ubah Tujuan Hidup. Dari hidup untuk diri sendiri. Menjadi hidup Untuk Allah. Rasul Paulus berkata : “…namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku….” (Galatia 2:20a).

Rasul Paulus telah menyalibkan segala keinginan daging dan segala hawa nafsunya di dalam dirinya. Walaupun dibesarkan dan hidup sebagai orang terpelajar dan mengetahui serta menguasai banyak hal, tetapi dia menanggalkan segala keberadaannya dan membiarkan Kristus menguasai hidupnya.

Bahkan segala hal yang sebelumnya dia anggap berharga, justru dia anggap sampah oleh karena pengenalannya akan Kristus. Pengenalan akan Kristus menjadi prioritas utama dalam hidupnya sehingga Tuhan memimpin dan menuntun hidupnya, serta memakai kehidupan Paulus dengan luar biasa. Biarkan Kristus yang hidup dan menjadi raja dalam hidup kita. Singkirkan segala keangkuhan dan kesombongan hidup kita agar Kristus dapat menjadi nyata dalam hidup kita. Tuhan akan membawa kita masuk ke dalam rencana-Nya yang indah dan memakai kehidupan kita menjadi saksi dan teladan bagi banyak orang.

Kedua : Dengan Menaruh Pikiran dan Perasaan KRISTUS, ke dalam hidup kita.
Rasul Paulus menggalang “…Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus…,” (Filipi 2:5).

Yesus menanggalkan segala ke-Allah-an-Nya untuk menjadi manusia, merendahkan diri-Nya, rela dihina, direndahkan, disiksa, dan bahkan sampai mati di kayu salib yang diperuntukkan bagi orang-orang jahat. Keinginan-Nya sebagai manusia dinyatakan-Nya pada saat Dia berdoa di taman Getsemani. Namun karena kasihNya, Ia merelakan diriNya.

Secara manusia, Dia berdoa kepada Bapa agar melalukan cawan yang harus diminum-Nya. Akan tetapi, Dia juga berdoa supaya bukan kehendak-Nya sendiri yang jadi, melainkan kehendak Bapa di surga.

Dengan mempelajari bagaimana kisah Yesus, yang begitu mengasihi kita, maka kita akan lebih mengerti lagi pikiran dan perasaan dari Kristus.

Berbagai cobaan dan kesulitan hidup di dunia ini, katakanlah perselisihan, pertengkaran, segala kekecewaan, dan berbagai masalah apa pun dapat diatasi ketika kita memakai pikiran dan perasaan Kristus. Kita dapat menjalani kehidupan ini dengan penuh semangat. Hidup kita akan menjadi berkat bagi banyak orang. Kita juga tidak lagi mementingkan diri sendiri, melainkan juga memikirkan kepentingan orang lain, sama seperti Kristus yang rela berkorban bagi manusia.

Saudara, musuh terakhir dan terbesar hidup kita adalah maut, maut yang diartikan kematian kekal. Namun mau telah dikalahkanNya, “… Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” (1 Korintus 15:54b-55).

Ps. Yusak

Pos terkait