Bengkulu||ISBCenter.com – Seperti kita ketahui betapa besar Dana Desa dikucurkan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, begitu pesat kemajuan dari desa mulai nampak terlihat dan dirasakan oleh masyarakat.
Tapi dibalik itu semua ada fenomena yang menarik yang bisa kita lihat di tengah-tengah masyarakat, seperti banyaknya masyarakat yang berlomba-lomba ingin mencalonkan diri menjadi Kepala Desa dengan budget yang begitu besar dikeluarkan, bahkan banyak kita lihat oknum-oknum Kepala Desa yang terjebak dalam masalah hukum bahkan dengan perselingkuhan.
Dari fenomena ini, semua disebabkan oleh begitu besarnya dana yang digelontorkan masyarakat, sehingga masyarakat berpikir bisa hidup dalam pengelolaan dana tersebut, bahkan ada yang berpikir bagaimana mendapatkan untung dari besarnya Dana Desa ini.
Untuk meyikapi fenomena ini maka diperlukan sosialisasi peruntukan dana desa agar dalam penggunaannya bisa sesuai dengan harapan pemerintah, dan bahkan mengurangi tingkat pemborosan dana desa sehingga bisa meminalisir terjerat hukum para Kepala Desa dan Perangkat Desa.
Disamping itu sangat penting pembinaan moral dan mental terhadap Kepala Desa dan Perangkat Desa agar mereka mengerti bahwa dana desa itu digelontorkan semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat bukan untuk kepentingan pribadi.
Penulis: Indarmen Syukur, ST










