Menanti Keseriusan Pemerintah Kelola Objek Wisata Di Bengkulu Selatan

Objek Wisata Batu Balai Kec. Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan, Selasa (25/4/2023)

Bengkulu Selatan||ISBCenter.com-Pasca pandemi covid-19 yanh melanda negeri ini, semua sektor ekonomi mulai bergerak normal tak terkecuali dengan semua objek wisata yang saat ini mulai didatangi pengunjung untuk berwisata membawa keluarga dan atau hanya sekedar bersantai bersama keluarga tercinta.

Khusus untuk Kabupaten Bengkulu Selatan, begitu banyak tempag objek wisata yang indah yang banyak didatangi para pengunjung, semua ini tentunya akan menggerakan usaha ekonomi kecil di daerah, dan tentunya berimbas dalam pendapatan ekonomi masyarakat sekitar.

Bacaan Lainnya
Jalan menuju objek wisata Lubuk Langkap Kec. Air Nipis Kab. Bengkulu Selatan, begitu sempit untuk berselisih antar kendaraan sangat sulit.

Seperti di objek wisata Lubuk Langkap dan Objek Wisata Batu Balai Kecamatan Air Nipis, terlihat setelah lebaran idul fitri 1444 H banyak didatangi pengunjung, baik didalam daerah Bengkulu Selatan bahkan dari luar daerah.

Tapi dalam situasi sekarang kesiapan infrastruktur jalan dan pengelolaan tempat wisata sampai saat ini tidak pernah diperhatikan pemerintah, padahal apabila kita perhatikan Pendapatan Asli daerah (PAD), bisa sangat besar didapatkan dari objek wisata yang ada.

Seorang tokoh muda Bengkulu Selatan Indarmen Syukur, ST saat ditemui media ini mengatakan, objek wisata di Kabupaten Bengkulu Selatan ini sangat banyak, baik itu wisata pantai dan wisata alam, tapi sangat disayangkan pemerintah saat ini tidak memperhatikan dan peduli pada pengembangan objek wisata ini.

“Kita sangat sayangkan, bahwa objek wisata didaerah kita ini khususnya Bengkulu Selatan kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah,” ungkap Indarmen.

Lebih lanjut Indarmen Syukur mengatakan, apabila kita lihat infrastruktur jalan menuju objek wisata yang ada sangat tidak mendukung, sehingga para pengunjung untuk berselisih dijalan sangat susah karena jalan yang ada sangat kecil hanya cukup untuk 1 mobil saja. Seperti yang terlihat di objek wisata Lubuk Langkap yang jalannya sangat kecil, belum lagi ditambah prasarana parki yang tidak memadai serta lokasi wisata yang sama sekali tidak diperhatikan seperti kamar mandi, tempat istrahat dan tempat sholat dan juga yang lainnya.

“Kita perlu mendorong pemerintah daerah untuk membenahi semua infrastruktur objek wisata, dari mulai jalan menuju objek wisata dan sarana dan prasarana di tempat objek wisata itu sendiri,” lanjut Indarmen Syukur.

Kalau kita berkaca dari provinsi Sumatera Barat dan daerah lainnya, mereka penghasilan daerah yang sangat besar yaitu dari kunjungan wisata ke daerah mereka. Dan memang semua objek wisata terkelola dengan baik dan jalan menuju objek wisata sangat lebar mulus dan bagus ditambah sarana dan prasarana memang disiapkan dan dikelola dengan baik.

“Kalau kita belajar daerah tetangga seperti Sumatera Barat, maka daerah kita akan maju apabila objek wisata di bangun dan dikelola dengan baik,” tutup Indarmen Syukur.

Tokoh muda Kec. Air Nipis “Widi”

Disisi lain seorang tokoh muda Desa Sukarami Kecamatan Air Nipis Widi mengatakan bahwa sarana objek wisata batu balai khusunya dan Bengkulu Selatan umumnya sangat memperihatinkan, sepertk kita lihat di Objek wisata batu balai ini, tidak adanya wc umum, tempat sholat dan pendopo tempat santai para pngunjung dan juga lokasi parki yang sembarangan dan tidak teratur.

“Kita mengharpkan pemda Kabupaten Bengkulu Selatan dan provinsi Bengkulu bisa membangun fasilitas umum di lokasi wisata lubuk Langkap dan objek wisata Batu Balai, seperti wc umum, tempat sholat dan pendopo-pendopo tempat duduk pengunjung dan area parkir, ungak Widi..(**Redaksi)

Pos terkait