Bengkulu||ISBCenter.com – Sebentar lagi Masyarakat Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Selatan khususnya akan mengadakan PILKADA serentak untuk Pemilihan Gubernur dan Bupati yaitu tanggal 9 Desember 2020, menjelang hari pemilihan sudah mulai terasa gesekan antara pendukung calon yang tentunya kita harus menyikapinya dengan baik dan santun, bukan dengan membiarkan gesekan ini makin melebar sehingga menimbulkan gejolak di tengah-tengah masyarakat kita.
Pemuka agama dan Tokoh Masyarakat harus mampu melihat dimana ia berbicara dan memperhatikan apakah ucapannya membawa kebaikan atau malah membawa kehancuran. Pesan politik dalam bingkai pemahaman agamanya tentu lebih baik disampaikan didalam komunitas khusus dan tertutup. Ini bertujuan untuk menghindari dari polemik yang tidak perlu dan malah lari dari persoalan dasar, yaitu mencerdaskan masyarakat dengan pilihan – pilihan atas dasar kualitatif.
Tidak bisa dihindari setiap peristiwa akan melahirkan banyak persepsi dan sudut pandangan yang berbeda.Tapi mengeluarkan pesan – pesan politik yang tidak patut dikomsumsi oleh masyarakat umum memiliki potensi polemik bahkan bisa menjurus kepada kerusuhan politik. Ucapan pemuka Agama dan Tokoh Masyarakat harusnya mampu mencerdaskan dengan cara yang bijak dan santun. Mengeluarkan statement politik tanpa melihat kemajemukan yang ada adalah pilihan yang berbahaya.
Pemuka agama dan Tokoh Masyarakat harusnya menjadi pelopor dari komunikasi politik yang santun dan bersahaja. Mengajak untuk memilih dan menjadi bagian dari proses politik yang mampu membuat cerdas pemilihnya. Pilihan politik harusnya berdiri atas dasar integritas, kredibilitas dan prestasi yang gemilang.
Pemuka agama dan Tokoh Masyarakat harusnya bijak dan menjadi penenang kerisauan dan fitnah yang ada. Melakukan komunikasi yang santun dan tetap bersahaja. Pemuka agama harusnya menjadi lebih dekat kepada masyarakat, dan selalu mengeluarkan pesan – pesan moralnya untuk melakukan kebaikan demi kemajuan daerahnya.
Ketika Pemuka agama dan Tokoh Masyarakat gagal melihat dinamika politik yang ada, perubahan yang terjadi ditengah masyarakat, perubahan cara memandang sesuatu dan juga bagaimana memilih pesan komunikasinya disampaikan secara umum atau privat, maka kita akan melihat yang akan menjadi pusat polemik yang tak berkesudahan.
Lalu apa dampaknya kepada masyakarat? Akan terjadi dua kubu, polarisasi, perpecahan dan juga saling caci maki. Esensi politik dalam mencerdaskan rakyat jadi hanya impian belaka. Sudah saatnya kita semua belajar politik dan bagaimana berkomunikasi yang baik. Pesan komunikasi yang khusus tidak selalu harus disampaikan secara umum. bijaklah dalam bicara politk, bijaklah dalam berkomunikasi, bijaklah dalam memilih, maka tentulah kita akan mendapatkan pemimpin, yang berakhlak baik, religius dan bermartabat serta amanah..(**)
Penulis : Indarmen Syukur, ST (Pimpinan PT. ISB Media Group)










