Bengkulu|| ISBCenter.com – Idealnya kehidupan seorang yang dikatakan bertumbuh dewasa, akan ditandai dengan perubahan pikiran. Sebab perubahan pikiran akan mengubah tindakan, tindakan akan menghasilkan kebiasaan, kebiasaan akan menjadi karakter, dan karakter menentukan masa depan. Tetapi Muara perubahan pikiran sangat ditentukan dengan informasi apa yang diterima oleh otak kita. Sebenarnya masa depan manusia, diawali oleh informasi apa yang diterima oleh otaknya. Positif apa negatif? Yang baik atau jelek? Yang benar apa yang salah?
Kali ini saya menyoroti 4 dosa terkait dengan kata muka. Dimana setiap kita, seharusnya mengalami proses pembaharuan budi dari hari ke sehari.
Pertama, CARI MUKA
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti dari cari muka adalah berbuat sesuatu dengan maksud supaya mendapat pujian atau sanjungan (dari atasan atau orang lain).
Cari muka tidak sejalan dengan firman Tuhan, karena Motivasi dari seseorang yang cari muka seperti dijelaskan dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah untuk mendapat pujian dari manusia. Orang Kristen yang suka masih cari muka, itu ia punya hati yang tidak murni. Kedua, salahnya ia mencari perkenan dari Manusia. Keduanya salah dan bisa berakibat fatal.
Firman Tuhan :
Kisah Para Rasul 24:16
Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.
1 Timotius 1:19
Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka,
Jadi Saudaraku, hiduplah dengan penuh kemurnian, jangan lagi cari muka. Itu bertentangan dengan sikap spiritual yang dijelaskan dalam Alkitab.
Kedua, MEMBUANG MUKA.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti membuang muka adalah berpaling (tidak sudi melihat). Arti lainnya dari membuang muka adalah tidak suka.
Orang Kristen juga tidak boleh membuang muka, seperti yang dijelaskan dalam menurut Kamus Besar bahasa Indonesia ini. Buang muka yang berarti tidak suka dengan seseorang atau tidak peduli dengan sesama.
Firman Tuhan :
Ibrani 8:12
Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.”
Amsal 21:10
Hati orang fasik mengingini kejahatan dan ia tidak menaruh belas kasihan kepada sesamanya.
Dengan memperhatikan firman Tuhan di atas, jelas bahwa sifat membuang muka bertentangan dengan karakter Allah yang peduli dan mengampuni. Bahkan dijelaskan bahwa orang yang buang muka, hatinya jahat, dan termasuk orang fasik. Karena itu, mari hiduplah dengan apa adanya. Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. (Matius 5:37)
Ketiga, BERMUKA DUA
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti bermuka dua adalah tidak jujur. Arti lainnya dari bermuka dua adalah tidak satu pendiriannya.
Sifat dosa dari orang yang bermuka dua adalah tidak jujur dan tidak satu pendirian. Ini bisa menjadi duri dalam daging jika dalam sebuah komunitas. Bayangkan ia bisa baik dengan si A, sementara itu ia bisa menjelekan si B demi hubungannya dengan si A dan sebaliknya. Kita harus berhati-hati jika berteman dengan orang bermuka dua.
Firman Tuhan :
Matius 23:28
“Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.”
1 Petrus 2:1
“Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.”
Jadi Menurut firman Tuhan orang bermuka dua ini, termasuk orang munafik dan jahat. Adakah saudara memiliki karakter ini?
Keempat, MUKA TEMBOK
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti muka Tembok / dinding adalah orang tidak punya malu.
Muka Tembok adalah orang tidak punya rasa malu, orang yang melakukan kebodohan tapi tidak punya rasa malu. Orang seperti ini tidak akan disukai oleh orang-orang yang hidupnya jujur. Jika berteman, kitapun akan dipermalukannya, namun anehnya ia sendiri tidak malu. Orang bermuka tembok, tidak punya kesaksian yang baik, sehingga orang bisa menjadi dan mencibirnya.
Firman Tuhan :
Amsal 21:29, Orang fasik bermuka tebal, tetapi orang jujur mengatur jalannya.
Efesus 4:29 (TB) Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
Kita perlu menjaga kesaksian hidup yang sehat, agar Kristus juga di permuliakan. Jangan lagi melakukan perbuatan-perbuatan yang membuat kesaksian kita jadi lemah atau jadi hambar di lingkungan bahkan dunia ini.
5. Kelima, TIDAK PUNYA MUKA
Tidak punya muka, artinya merasa malu sekali. Ya ini bisa dikarena kesaksian hidup seseorang itu sangat memalukan, seperti perbuatan aib. Atau karena tidak bisa mengimbangi kebaikan dari orang lain.
Firman Tuhan :
Roma 12:10
Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.
Kolose 4:6 (TB) Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.
Firman Tuhan memberikan prinsip yang jelas, agar kita hidup secara seimbang, yakni saling mengaishi, artinya harus berimbang dalam kebaikan, tidak hanya bisa menerima saja, tetapi harus juga memberi. Kesaksian kita akan hambar jika posisi kita selalu menerima kebaikan. Lakukanlah apa yang bisa anda lakukan, untuk anda tetap “miliki muka”.
Kesimpulan :
Saudaraku di dalam Kristus, saya mengajak kita semua untuk hiduplah dengan hati nurani yang murni. Mari kita kikis segala sifat manusia duniawi, yang tidak berkenan dengan Tuhan. Teruslah bertumbuh menjadi dewasa. Tuhan memberkati.!
Penulis : Pdt. Yusak, S. Th










